moo(d)p

Agustus 31, 2008

let me introduce another side of me!

Diarsipkan di bawah: rahadiandp — Tag:, — dpdpdp @ 2:08 am

jika di yang sebelumnya saya agak optimistis. maka di sini saya akan tunjukkan bahwa saya pesimistis. jika di yang sebelumnya saya terlihat ceria. maka di sini saya akan tunjukkan bahwa saya pemurung. jika di yang seblumya anda menyukai saya. maka di sini temukanlah kebencian anda pada saya.

hidup saya tidak sempurna. terlalu banyaak luka. banyak. banyak sekali. sakit pasti. tapi air garam yang saya siram malah membuatnya semakin nyeri. saya pun mati rasa. tak tahu saya apa sakit itu. tak tahu saya apa luka itu. tak tahu saya apa rasa itu.

ya! diawali kehidupan keluarga yang buat saya kurang sempurna. saya mungkin pengeluh. tapi, ketahuilah! saya tak jadi saya saat saya ada dengan mereka. saya memaksa saya untuk bertransformasi. berubah. menjadi seorang lain. yang manis, baik, penurut. saya memaksa saya menjadi munafik. hanya ingin penuhi harapan dua manusia yang sangat berjasa itu.

ya! demi mereka saya tak katakan saya lelah. saya tak katakan saya sakit. ini pengorbanan saya untuk membayar pengorbanan mereka. tak banyak. tapi tulus. kah? kini saya pertanyakan itu.

saya tak pernah menjadi bintang di sekolah. tak pernah jadi benar-benar dibutuhkan sabagai saya. saya adalah mesin yang merek eksploitasi. kemampuan saya dimanfaatkan. TOLONG! hey! saya manusia!

maka inilah saya. ketidakpuasan. menggunung.

buat kamu

Diarsipkan di bawah: rahadiandp, yayayayaya — Tag:, , , — dpdpdp @ 1:54 am

“i wonder why it is
i don’t argue like this
with anyone but you”

semua berawal dari sebuah lagu. mungkin sudah berawal jauh dari itu. namun, getarnya baru terasa saat lagu itu mengalir dari barang elektronik kesukaanmu itu. tak tahu aku apa artinya getar itu. hanya aku tau, saat itu aku tak maukau terluka. saat itu kau begitu indah. saat itu kau tiada dua.

getaran terus menggetarkan. kata pun banyak terucap. bukan! bukan kata biasa. ya! mungkin gombal orang berkata, tapi kejujuran memaksa mengatakan yang sebenarnya. bahwa getar itu ada.

besaran fisika yang tidak bisa dibalik terus saja berjalan. sombongnya ia tak lihat ke belakang. satu yang lain datang. membawamu pergi. tak jauh, namun dayaku tak kalahkan kuatmu. bukan kuatmu. hasratmu untul dia. ya! itu murni. ketulusan itu ada di matamu. ada di tuturmu. ada di air mukamu. dan tulus itu yang kuminta. tulus itu yang kuharap kau bagi.

“aku telah merasa
dari awal pertama
kau takkan bisa lama
berpaling darinya”

ya, aku tau. kau takkan dengan mudah memalingkan wajah itu. tak jua mudah memberikan hati itu. tulus itu datang sendiri. memilih dengan maha-prerogatifnya. kau tak dustakan itu.

aku pun tak naif. berkali-kali getaran itu seolah surut. kau yang menahannya dengan dingin ketidaktulusanmu pada aku. namun karena aku tak berbohong. walau terdengar naif aku berdiri. walau sakitnya membuatku hampir tak mau mengulang lagi. ya! aku bangkit. bersama getaran yang sama. yang walau jua tak kau beri kata ya. sampai kini.

sampai kinikah?

semoga tidak. hati masih ada. getar masih terasa. karena tak pernah akan mati. namun getar tak lagi berharap. maka selamt tinggal. aku percaya padamu. aku berdoa untukmu.

“engkau bukanlah segalaku
bukan tempat ‘tuk hentikan langkahku
usai sudah semu berlalu
biar hujan menghapus jejakmu”

ya! ini untukmu.

hey,Parents!

Diarsipkan di bawah: sosial — Tag:, — dpdpdp @ 1:21 am

hurt people hurt people

-bill cosby,in one of the oprah show episode-

yah,begitulah kata mr.cosby. hurt people hurt people. ceritanya ms.winfrey sama mr.cosby lagi ngobrol tentang kondisi kaumkulit hitam di Amerika. dan mr.cosby berpendapat semua kondisi tak baik itu dikarenakanoleh keberadaan ayah dalam keluarga kulit hitam yang kurang bertanggung jawab.

jadi gini, mr.cosby habis melihat kondisi kaum kulit hitam di amerika dan dia melihat bahwa dalam satu keluarga kulit hitam yang tinggal di slum area jarang banget ada ayah yang bener-bener bertangung jawab mengasuh dan menjaga keluarganya. lebih banyak yang pergi. dan ga memedulikan(ejaan yang benar menurut EYD) keadaan keluargana.

nah, apa hubungannya sama hurt people hurt people?

si anak-anak pria dari lingkungan kulit hitam tersebut, jadi punya tendensi yang sama. bayangin, seorang anak yang tak mempunyai ayah sebagai panutan, hidup di sebuah lokasi kumuh di mana narkoba, seks bebas adalah hal lumrah. dan hal ini menjadi siklus. selalu berulang tiap generasi.

hmmm. gawat!

saya sih punya cita-cita dan harapan. kalu suatu hari nanti saya punya anak, saya harus bisa jadi teladan yang baik buat dia. walaupun sekarang saya (mungkin) tidak puas dengan kondisi orang tua saya(bagaimana freedom of choice saya agak terebut), saya harus mengambil hikmah dari itu.

KOMUNIKASI

itu intinya. saya ingin anak-anak saya terbuka pada saya.

*semoga ada orang tua yang baca blog ini, dan membaca tulisan ini.

Blog pada WordPress.com.