suatu renungan yang sejak dahulu tidak saya temukan jawabannya.
bakat.
saya bertemu banyak orang belakangan ini. semua dengan kemampuannya masing-masing. ada yang pintar menyanyi, pandai matematika, pandai fisika, dan lain sebagainya. dan saya berpikir. tidaklah adil bagi seseorang yang berbakat dan diletakkan di dalam lingkungan yang sangat mendukung bakatnya berkembang. sementara yang lain, berbakat namun tidak dalam lingkungan yang tepat bagi bakatnya untuk berkembang. atau yang lebih buruk. tidak tahu dia punya bakat. atau yang terburuk. tak punya bakat sama sekali.
siapa sih yang tahu apa bakatnya begitu dilahirkan? tidak ada. siapa sih yang tahu apa yang bukan bakatnya saat ia mati? tidak ada. sangatlah tidak adil di mata saya bahwa ada orang-orang beruntung yang punya bakat. bakatnya dibutuhkan. dia menyukai bidang bakatnya itu. dan bakatnya berkembang pesat.
sementara yang lain. ada yang menyadari bahwa dia sangat tidak berbakat dalam suatu bidang namun sangat menyukai bidang tersebut. sangat ingin berkecimpung di badang tersebut. dan ia berusaha keras. sangat. untuk menjadi pada posisi yang sama dengan si orng berbakat.
namun apa hasilnya? lebih sering si tak-berbakat terhalangi oleh batasan kemampuannya. sedangkan si berbakat tertawa puas atas kebodohan si tak-berbakat dan menganggapnya orng bodoh yang bermimpi terlalu tinggi.
atau yang lain. seorang berbakat sangat tinggi dalam suatu bidang. namun masyarakat tidak membutuhkan kemampuan tersebut.
atau yang lain. seorang berbakat tidak bisa menyentuh bakatnya karena lingkungan yang kurang mendukung.
atau yang lain. yang bahkan tak sempat walau sekejap merasakan sanjungan atas bakatnya. lama. sampai ia menyatu kembali ke tanah.
kalau memang adil. setiap orang mestinya mampu mengetahui bakatnya. bergerak menuju perkembangan bakat tersebut bersama lingkungan yang mendukung.
atau tak perlu ada bakat saja sekalian. semua orang memilih bidang kesukannya. semua orang berusaha menjadi si hebat. tak ada si berbakat. tak ada si kurang berbakat.
tak ada orang yang hingga ajalnya merasa terperangkap dalam kepalsuan yang dijalaninya. lama. seumur hidup.
setuju?